Sintang Diharapkan Jadi Pilot Projek Kampanye Nasional, RADPG Atasi Stunting

 ›  ›  ›  › Sintang Diharapkan Jadi Pilot Projek Kampanye Nasional, RADPG Atasi Stunting

KALIMANTAN BARAT,Semua Berita,Sintang

Sintang Diharapkan Jadi Pilot Projek Kampanye Nasional, RADPG Atasi Stunting

MATABORNEONEWS.com, Sintang – Forum Pemangku Kepentingan kabupaten Sintang ,IMA World Health , MCAI,PKBI Kalbar kembali membahas penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD – PG) kegiatan yang berlangsung di Balai Praja kantor Bupati Sintang, Rabu(24/1) itu dihadiri Kepala Bappeda Sintang,Pihak Bappeda Prov Kalbar,pihak Dinas Kesehatan, pihak dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan beserta stakeholder lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, koordinator IMA World Healt Provinsi Kalbar Masri Aulia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk penyelesaian dokumen rencana aksi daerah terkait program pangan dan gizi yang akan menjadi dokumen bersama lintas sektoral dalam penanganan pangan dan gizi di kabupaten Sintang.

“Masalah gizi hanya bisa diselesai perangkat kesehatan hanya sekitar 30 persen, sedangkan 70 persen intervensi sensitif yang harus didukung oleh lintas OPD (Organisasi Perangkat daerah) lainnya,” terang Masri.

Makanya dokumen RAD – PG tersebut nantinya akan menjadi panduan bagi lintas OPD kedepan dalam penanganan gizi secara terintegrasi. Dijelaskan Masri implementasi program tersebut sudah dimulai dari dua tahun lalu.

“Di nasional ada namanya RAN – PG, nah ini seharusnya mulai ditetapkan 2019 di Kabupaten Sintang harus sudah berjalan. Namun ini harus ada tindak lanjutnya, akan ada sejenis kelompok kerja atau gugus tugas yang mengawal dokumen RAD – PG ini, baik di Provinsi maupun kabupaten,” harapnya.

Kelompok kerja tersebut untuk mengevaluasi indikator kinerja apakah tercapai atau tidak. Jadi kata Masri, kedepan tidak hanya sebatas dokumen. Dijelaskannya lagi, implementasi pangan dan gizi tersebut tidak bisa terpisahkan, karena saling berkaitan.

“Jadi satu kesatuan, tidak ada program yang jalanya sendiri – sendiri. RAD – PG harus memuat kebijakan strategis yang dikeluarkan oleh dewan ketahanan pangan. Bahkan akan kita dorong nanti harus ada payung hukumnya semacam Perda atau Perbup, harus menjadi program yang memiliki dasar hukum
,” ucapnya.

Dirut PKBI Kalbar Mulyadi menyatakan terkait Stunting ini menjadi buming setelah ada kasus di Asmad ,dibawah leding sektor Bappeda sudah memiliki dokumen dia mengakui tidak ada apa-apanya tampa keterlibatan semua pihak saat ini kelar sesuai skejul,dia menyatakan sintang merupakan komprehensif terkait kampanye Gizi nasional dibanding Empat kabupaten lainya baik Kubu Raya,Kabupaten Landak,Kapuas Hulu. Dia berharap Sintang menjadi pilot projek kampanye bagaimana phase out dan implementasi kedepan.

“Sintang ini mampu mengkampeyekan hingga ketingkat desa ,jadi sayang jika tidak ada tindak lanjutnya atau implementasikan ,”pesan Mulyadi wanti-wanti.
Ketua DPRD Sintang Jefray Erdward mengakui bahwa Stunting di Kabupaten Sintang sangat tinggi apalagi secara nasional Sintang urutan ke 5 hal ini perlu jadi perhatian serius maka dia mengapresiasi kepada Forum Pemangku Kepentingan kabupaten Sintang ,IMA World Health , PKBI Kalbar apa yang dilakukan melalui kementerian.

“Kita terkait stunting urutan ke 5 Ini menjadi perhatian serius dan saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan IMA World Health , PKBI Kalbar melalui kementerian bahwa kita harus mengatasi kekurangan gizi yang ada di Kabupaten Sintang.Tentunya karena kurangnya asupan yang diberikan kepada bayi mulai dari kandungan sampai dua tahun. Ini menjadi perhatian serius supaya anak-anak kita terpenuhi gizinya. Sehingga normal secara fisik dan mental.”bebernya.

Mental juga dipengaruhi oleh kekurangan gizi tersebut. Inilah beberapa hal yang harus kita perhatikan. Bahwa melalui program ini semua pelayanan kepada anak bayi dan yang masih dalam kandungan juga semakin maksimal. “Kita mendukung apa yang menjadi keinginan program ini, kita mensuport sekali apa yang diprogramkan oleh pemerintah Kabupaten Sintang melalui dinas terkait untuk mendukung program ini dalam mengatasi Stunting.”ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang,Yosepha Hasna menyatakan,Masalah gizi merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus, karna hal ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia kita,salah satu fokus pemerintah saat ini, masalah stunting pada anak sebagai akibat dari kekurangan gizi.

“Sementara itu di sisi lain, modal utama investasi pembangunan di Indonesia, juga di Kabupaten Sintang,kita memerlukan SDM yang berkualitas, hal ini dimulai dari perolehan gizi yang baik sejak mulai anak mulai dalam kandungan,” tambahnya.

Yosepha juga menerangkan bahwa upaya penanganan gizi tidak hanya menjadi persoalan kesehatan semata, tetapi diperlukan kebijakan, strategi, regulasi dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat dan lembaga serta stakeholder terkait. Sekda juga menambahkan informasi berdasarkan data pemantauan status gizi (PSG) Balita di Kalimantan Barat, angka stunting di Kabupaten Sintang tahun 2015-2017 ada di angka 44,1% (persen).

“untuk itulah pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai dengan RPJMD yang telah di tetapkan,hal tersebut meliputi berbagai upaya untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang sehat dan cerdas,” terangnya.

Yosepha kemudian menjelaskan berbagai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah daerah dalam upaya mendukung pencegahan dan pengurangan stunting. Ada kegiatan program promosi kesehatan, program perbaikan gizi masyarakat, program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita, program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan revitalisasi posyandu. Ada juga program keluarga harapan yang tersebar di 14 kecamatan, program generasi sehat cerdas di 5 lima kecamatan sasaran.

“Salah satu langkah pemda untuk mengurangi stunting dengan menyusun rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG),setelah melalui berbagai prosesnya, sekarang telah dihasilkan draft final dokumen RAD-PG yang selanjutkan akan mendapat review dari BAPEDDA Kalimantan Barat, diharapkan hasil review tersebut memberi feedback yang akan kita sinkronisasikan dalam pertemuan kali ini yang untuk selanjutkan akan dilegalisasikan menjadi peraturan bupati,” pintanya.

Sebagai penutupnya, Yosepha meminta kepada peserta rapat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan saran. Sehingga RAD-PG ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabuapten Sintang.

Pada kesempatan ini, Kepala Bappeda kabupaten Sintang, Kartiyus memaparkan profil program kampanye gizi Nasional-cegah stunting di Kabupaten Sintang.

“kegiatan kampanye gizi nasional yang dilaksanakan pada juli 2017 hingga februari 2018 kita lakukan di lima kecamatan, Kayan hilir, Ketungau Hulu, Kelam Permai, Binjai Hulu, dan Sungai Tebelian ” papar Kartiyus. “Dengan capaian total 92 desa, kelas Ibu hamil ada 99 kegiatan dan kegiatan aktivasi posyandu ada 117 kegiatan,” terangnya.

Kartiyus juga menjelaskan ada beberapa kegiatan lainnya seperti advokasi dan penjangkauan tingkat desa atau outreach. Angka capaian program kampanye gizi ini antara lain, jumlah balita yang dimonitor berat badan mencapai 6.000 balita dari 8.000 balita yang terdata. Kegiatan konseling bagi ibu hamil dan ibu balita dari 363 orang diawal naik menjadi 536 orang. Jumlah ibu hamil yang menerima konseling dalam kunjungan rumah berkisar antara 150-250 setiap bulan, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-I), IMA World Health, PELKESI dan PKBI KALBAR.

Pihak Bappeda Provinsi Kalbar Mulyadi sangat mengapresiasi giat tersebut pihaknya sebagai Pemerintah Provinsi akan bersinergi baik dengan pemerintah Kabupaten maupun pemerintah pusat untuk mewujudkan SDM masyarakat Kalbar yang lebih bermutu dan baik.

“Saya sebagai pemerintah provinsi kalbar sangat mengapresiasi program ini ,dan kami akan bersama pemkab untuk bersinergi dengan pempus upaya mewujudkan SDM yang bermutu,”pungkasnya.

 

 

Pewarta. : Susianti

Editor.     : Dodi Mtbn
Sintang Diharapkan Jadi Pilot Projek Kampanye Nasional, RADPG Atasi Stunting Reviewed by on January 26, 2018 .

MATABORNEONEWS.com, Sintang – Forum Pemangku Kepentingan kabupaten Sintang ,IMA World Health , MCAI,PKBI Kalbar kembali membahas penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD – PG) kegiatan yang berlangsung di Balai Praja kantor Bupati Sintang, Rabu(24/1) itu dihadiri Kepala Bappeda Sintang,Pihak Bappeda Prov Kalbar,pihak Dinas Kesehatan, pihak dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perikanan dan Pangan,

ABOUT AUTHOR /

Leave a Reply

%d bloggers like this: