SANGGAU - MBN, Kepala Suku Dayak Peruwan Longgon GSP menceritakan sejarah Tanah adat Dayak Peruwan. Asal orang Dayak Peruwan tinggal di pintu berlawang, sebelum disebut Sosok.
Perkampungan awal nenek moyang Dayak Peruwan di tembawang Mubut, Tanjung dipimpin oleh Pateh Duget dan Pateh Ilat.
Jaman berganti istilah jabatan juga berubah, dipimpin oleh kepala suku macan berbulu layu kemudian dipimpin Dayu/ Matalaya/Malem alias Romoi yang kemudian pindah ke Entagi/terindak yang dipimpin oleh Limo/Lupa/Jaga yang kemudian diganti oleh Pati/Jaya dan diganti oleh Kai Bubul pada tahun 1940-1944 sewaktu perang jepang.
Setelah Indonesia merdeka 1945 pemimpin baru Peruwan Djuki digelar Singa Kebayannya Bada dan Doko memimpin pada tahun 1972.
Longgon GSP mengatakan, Suku Dayak Peruwan adalah orang pertama yang ada di daerah Sosok ini hingga sekarang masih eksis.
Longgon mengatakan, dirinya terkesan dengan Piet Herman Abik Anggota DPD RI/ MPR RI thn 2006 yang menyampaikan di seminar Peringatan Nosuminu Kabupaten Sanggau menyatakan Negara mengakui dan menghormati hukum adat beserta hak- hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Tim)
