SANGGAU - MBN, Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama Pemerintah Kabupaten Sekadau melaksanakan Rapat Koordinasi Peningkatan Struktur Ruas Jalan Koridor Sanggau–Sekadau di Ruang Daranante Lantai 1 Kantor Bupati Sanggau, Rabu (19/9/2026).
Pertemuan strategis ini melahirkan kesepakatan besar demi masa depan konektivitas kedua wilayah.
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau: Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, serta seluruh jajaran OPD terkait dan Jajaran Legislatif: Bapak Yodi Setiawan, S.Sos. (Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau) yang hadir langsung memberikan dukungan penuh serta mengawal fungsi pengawasan anggaran demi realisasi jalur ini.
Dukungan para Kepala Desa (Kades) dan Tokoh Masyarakat dari kedua wilayah bersedia hadir langsung memberikan masukan, dan mengawal rencana pembangunan ini.
Kehadiran dan dukungan dari seluruh elemen eksekutif, legislatif, lembaga adat, serta tokoh masyarakat menjadi bukti nyata satu visi, satu rasa, dan satu kepentingan demi kesejahteraan masyarakat banyak.
Usulan peningkatan status jalan koridor Sanggau–Sekadau ini menjadi Jalan Provinsi adalah Langkah strategis agar sistem penganggaran dan pemeliharaan ke depan bisa semakin optimal dan berkelanjutan.
Adapun fokus penanganan jalur koridor strategis sepanjang kurang lebih 37 kilometer ini meliputi:
* Wilayah Kabupaten Sanggau: Ruas jalan SP. 2 – Batas Sekadau, Jalan Kedukul – Balai Sebut, Jalan Abdul Fattah, Jalan Permata, Jalan Semuntai – Malan, serta jalur operasional [PT. CNIS].
* Wilayah Kabupaten Sekadau: Ruas jalan Penanjung – Tanjung, Jalan Madya – Simpang SP12, [Jalan Simpang SP12 – Landau Kodah], Jalan Landau Kodah – Timpuh, hingga Jalan Timpuh – Batas Sanggau.
Demi mendorong Ekonomi Wilayah Semuntai, Mukok, Belitang, dan Sekitarnya, peningkatan infrastruktur ini dianggap menjadi kunci utama untuk mendukung dan memastikan perputaran perekonomian di wilayah pedalaman kedua kabupaten supaya berjalan lancar.
Akses yang mantap akan mempermudah transportasi komoditas, menurunkan biaya logistik, dan menghidupkan pasar-pasar lokal.
Solusi Transportasi di Tengah Surutnya Sungai Kapuas dan Sungai Sekadau. Saat ini, dampak kemarau membuat kondisi Sungai Kapuas dan Sungai Sekadau mengalami penyusutan debit air yang ekstrem. Jalur penyeberangan air tidak bisa beroperasi maksimal dan sangat berisiko. Jalur darat alternatif Sanggau–Sekadau kini menjadi tumpuan utama transportasi logistik dan mobilitas harian masyarakat.
Jika akses jalan baik akan memperlancar distribusi hasil bumi (sawit, karet, dan hasil pertanian lainya) bagi para petani dan pekebun di kedua kabupaten agar pendapatan dan kesejahteraan mereka terus meningkat, sekaligus menjaga hubungan sosial masyarakat kedua Kabupaten.
Pemerintah membangun kesepahaman dengan pihak perusahaan swasta yang menggunakan koridor ruas jalan yg sedang dibahas (KSP Group, PT. Parna Agromas, dan PT. CNIS) untuk berkontribusi nyata melalui program CSR.
Mulai dari pengerjaan pemeliharaan jalan, perawatan jembatan darurat, hingga penyiraman rutin jalan untuk mengurangi dampak debu di sekitar pemukiman warga selama masa operasional truk angkutan.
Rencana besar ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari masyarakat.
Susana mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas di lapangan, mendukung proses pembangunan yang berjalan, dan rawat bersama fasilitas yang ada.
Sanggau dan Sekadau memiliki kepentingan bersama untuk peningkatan Jalan yang sedang dibahas. Bukan hanya sebatas penghubung dua kabupaten secara geografis, tetapi menghubungkan masyarakat dengan peluang, pelayanan, aktivitas ekonomi, dan kesejahteraan.
Susana mengajak bekerja bersama, berkoordinasi bersama, dan mencari solusi bersama demi Sanggau dan Sekadau yang Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan.
(Hen)
